Tampilkan postingan dengan label Sejarah Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Indonesia. Tampilkan semua postingan

Mantan Mensesneg Moerdiono Meninggal Dunia

| | 0 komentar

Mantan menteri sekretaris negara di era presiden Soeharto, Moerdiono, meninggal dunia di Singapura, Jumat (7/10) pukul 19.40 WIB. Putri sulung almarhum, Ninuk Mardiana Pambudy melalui sambungan telepon dari Singapura kepada //Republika// mengatakan, Moerdiono meninggal dalam keadaan tenang setalah dua bulan dirawat di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura.

“Saya ikut mendampingi papa saat papa pergi, banyak di sini yang mendampingi papa. Minta doanya semua dari tanah air ya,” kata Ninuk.

Ninuk melanjutkan, saat terbaring sakit sampai tiada, Moerdiono kerap berpesan agar keluarga dan semua anak-anaknya terus menjaga nama baik, kehormatan, dan kewibawaan keluarga dalam menjalankan laku hidup sehari-hari.

Readmore..

Peringatan Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya Dijaga Ketat

| | 0 komentar

Tanggal 1 Oktober yang jatuh pada hari Sabtu ini, merupakan hari peringatan kesaktian Pancasila. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri upacara yang dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2011).
Upacara berlangsung sejak pukul 07.30 pagi dan berakhir pukul 08.30 pagi. Tampak dari kejauhan, Presiden SBY didampingi Ibu Negara, Ani Yudhoyono serta Wakil Presiden didampingi Ibu Wakil Presiden, Cristina Boediono.

Readmore..

Ratusan Mahasiswa Beri Kado 9 Kerbau pada Ultah SBY

| | 0 komentar

Hari ini 9 September 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merayakan hari ulang tahunnya yang ke-62.
Terkait hal tersebut beberapa pemuda dan mahasiswa berencana akan melakukan long march dari gedung Indosat menuju Istana Negara, Jumat (9/9/2011) siang ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunnews.com, dalam aksi yang rencananya akan dilakukan tepat pukul 13.00 WIB itu ratusan massa akan berkumpul di titik pusat kegiatan yakni di depan Istana.

Readmore..

15 Rahasia Di Balik Proklamasi Kemerdekaan RI

| | 0 komentar

Tujuh belas Agustus merupakan hari besar kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, 66 tahun yang lalu merupakan hari paling bersejarah negeri ini karena di hari itulah merupakan awal dari kebangkitan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan sekaligus penanda awalnya revolusi. Namun, ada beberapa hal menarik seputar hari kemerdekaan negeri kita tercinta ini yang sayang jika belum Anda ketahui.
1.    Soekarno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan
Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah-tengah bulan puasa Ramadhan.

Readmore..

Jadi Saksi Perjuangan Kemerdekaan RI

| | 0 komentar

MEMASUKI bulan Ramadan, banyak masjid berbenah. Begitu juga dengan salah satu masjid bersejarah yang ada di Kulon Progo, Masjid Jami’ Bleberan. Gerbang dan pagar yang mengelilingi di bagian depan dari masjid yang terletak di Dusun II Bleberan, Desa Banaran, Kecamatan Galur itu sedang direhab.
Masjid Jami’ Bleberan merupakan salah satu masjid yang ditetapkan sebagai masjid bersejarah oleh Kanwil Kementerian Agama Wilayah Provinsi DIY pada 2008 lalu. Meski begitu, bukan berarti masjid itu tidak boleh ”diutak-atik”. Beberapa pekerja terlihat sedang menyelesaikan tahap akhir rehab gerbang dan pagar, awal Ramadan lalu.

Readmore..

Dengan Dongkrak,Masjid Terboyo Ditinggikan Tiga Meter

| | 0 komentar

MASJID Terboyo menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Semarang  zaman dulu. Tempat ibadah yang dibangun pada 1759 masehi ini berada di Kelurahan Tambakrejo RT 01/RW 01, Gayamsari.
Masjid Terboyo diambil dari nama kampung masjid ketika itu yakni, Terboyo.  Konon, Terboyo sendiri memiliki sejarah dengan pendiri masjid tersebut yakni  Kanjeng Kyai Surohadimenggolo. "Katanya, beliau kalau kemana-mana diter boyo (diantar oleh buaya). Jadi daerah sini dinamai Terboyo,'' kata ustadz Imam Sya'roni, ketua takmir Masjid Terboyo.

Readmore..

Bahasa Malaysia/Indonesia Diusulkan Sebagai Bahasa Resmi ASEAN

| | 0 komentar

Forum "Roundtable Conference Indonesia-Malaysia" merekomendasikan penggunaan bahasa Malaysia/Indonesia sebagai bahasa resmi di lingkungan Perhimpunan Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) seperti yang diterima ASEAN Inter Parliamentary Association (AIPA), kata seorang pakar hubungan internasional.
"Forum itu telah mengeluarkan rekomendasi, salah satu di antaranya, penggunaan bahasa Malaysia/Indonesia sebagai bahasa resmi di lingkungan ASEAN," kata Direktur Institut Kajian Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Nazaruddin Nasution SH, MA, kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan pihak-pihak terkait dalam forum itu akan menyampaikan rekomendasi tersebut dan berharap para kepala negara anggota ASEAN dapat menyetujuinya dalam konferensi tingkat tinggi mereka nanti.

Readmore..

Dasar Bendera Pusaka Pesan dari Jepang

| | 0 komentar

Sukmawati Soekarnoputri menyatakan bahwa bahan dasar pembuatan sang saka merah putih yang dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dipesan melalui tentara Jepang.
"Diawal kemerdekaan Bapak sudah pesan beberapa gulungan kain dasar warna merah dan putih kepada tentara Jepang, ketika bahan dasar itu didapat, barulah Ibu yang ditugaskan untuk menjahitnya," ujar putri Soekarno (Presiden RI 1945 - 1966) dengan Ibu Fatmawati itu dalam penutupan acara "Merajut Nusantara" di Kota Bengkulu, Sabtu.
Ia mengisahkan, saat itu Ibu Fatmawati dalam keadaan mengandung putra sulung, Guntur Soekarnoputra, sehingga Ibu Fatmawati sesekali terisak dalam tangis sambil menjahit bendera merah putih karena ia tidak percaya Indonesia akhirnya merdeka dan mempunyai bendera dan kedaulatan sendiri.

Readmore..

Gus Dur dan Siklus 100 Tahunan

| | 0 komentar

HINGGA kini, mungkin publik belum tahu mengapa Gus Dur sering melawan arus sehingga terkesan kontroversial. Bapak demokrasi-pluralisme itu bahkan sering pasang badan ketika memperjuangkan prinsip kebenaran yang diyakini.
Gus Dur, selain mewarisi sikap progresif-inovatif ayahnya, KH Abdul Wahid Hasyim, adalah penganut fanatik Thomas Carly. Menurut Carly, dunia membutuhkan pahlawan yang memiliki ''keberanian dan individualitas'' tersendiri. Prinsip Carly itu dipegang teguh oleh Gus Dur sejak muda, jauh sebelum terpilih sebagai ketua umum PB NU dalam muktamar ke-27 di Situbondo 1984.
Karena itu, mudah dipahami jika Gus Dur sangat teguh pendirian dan tampil sebagai pemimpin berkarakter. Gus Dur tak peduli meski harus berseberangan dengan para tokoh dan kiai sekalipun. Beliau tak peduli, apakah langkahnya memperjuangkan prinsip itu mengancam posisi dan popularitasnya. Sebab, pahlawan memang tak butuh aksesori sosial, seperti pujian atau popularitas.

Readmore..
 

Blog Sahabat

Recent Comment

© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com