Tampilkan postingan dengan label Fenomena Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Alam. Tampilkan semua postingan

Small Mt Lokon eruptions still possible

| | 0 komentar

Mount Lokon in North Sulawesi province still has the potential of producing minor outbursts after its eruption at 17.19 local time on Wednesday (Oct 26), a Mt Lokon observation post officer said.

"Small eruptions can still happen judging by its continuing seismicity from day to day," Farid Ruskanda Bina, head of the Mt Lokon observation post in Tomohon, said here on Monday (Oct 31).

He said signs of the presence of bottled up energy in the form of deep and shallow volcanic earthquakes were still being recorded.

Readmore..

Mount Tambora still in alert status

| | 0 komentar

Mount Tambora is still on Alert III status since September 8, 2011, due to its high volcanic activities, a local climatology officer said here Monday.

"The status remains, no change," the mineral and geology chief of the mining and energy office Muhammaddin said.

Visual monitoring and volcanic activities still continues to anticipate any factors that might increase the mount`s status in the future.

The volcanology and mitigation agency also categorized the most affected areas into three disaster-prone areas, namely prone area III (three kilometers radius from the crater), prone area II (five kilometers from the crater) and prone area I (eight kilometers).

Readmore..

Pemerintah kucurkan Rp535 miliar untuk Merapi

| | 0 komentar

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengucurkan dana sebanyak Rp535 miliar untuk penanganan dampak bencana erupsi 2010 dan banjir lahar Gunung Merapi pada 2011.
"Kami sudah siap kucurkan dana. Tahun ini ada Rp535 miliar dari total penangangan bencana Merapi sebanyak Rp1,35 triliun," kata Kepala BNPB, Syamsul Maarif, saat mengunjungi hunian sementara (huntara) Jumoyo, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, di Magelang, Jateng, Minggu.
Ia menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk penanganan lima aspek yakni perumahan (huntara dan hunian tetap), perbaikan infrastruktur (jalan dan jembatan), sosial, ekonomi produktif, dan lintas sektor (perbaikan gedung sekolah dan fasilitas umum).

Readmore..

Rahasia Gen Unik Keluarga Yang Berjalan Merangkak

| | 2 komentar

TURKI (Berita SuaraMedia) - Begitu mudah mengenali lima bersaudara asal Turki ini. Mereka selalu berjalan merangkak. Tidak dengan lutut, melainkan dua telapak kaki dan dua telapak tangan. Layaknya manusia purba.
Mereka menjadi perhatian dunia setelah jaringan televisi BBC menayangkan film dokumenter bertajuk 'The Family That Walks On All Fours' lima tahun silam. Film ini juga memperlihatkan cara mereka bertahan di dalam kelompok masyarakat modern.
Mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan duduk di lantai luar rumah mereka, yang terletak di sebuah desa terpencil. Namun, satu saudara mereka telah melakukan perjalanan keluar desa dan terlibat
interaksi dengan orang modern.

Readmore..

Melindungi Hiu Paus di Teluk Cendrawasih

| | 0 komentar

Hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua, harus dilestarikan dengan mengategorikan sebagai satwa dilindungi. Pemerintah jangan terlambat mengantisipasi punahnya hiu paus yang terlihat sepanjang tahun di Taman Nasional Teluk Cendrawasih.
Menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) Djati Witjaksono Hadi, hiu paus atau biasa disebut gurano bintang oleh masyarakat lokal termasuk satwa air yang hanya ditemui di perairan Papua, Filipina, Australia, dan Afrika Selatan. Hiu ini beberapa kali terlihat di Sabang, dan Selat Madura, tetapi tak sepanjang tahun.
"Hiu ini bermigrasi mencari tempat makan dan bertelur. Namun, di perairan Kwatisore, Nabire, selama tiga tahun kami mengamati, hiu paus selalu terlihat. Tidak seperti di Australia yang hanya terlihat saat musim panas," kata Djati, Selasa (9/8/2011).

Readmore..

Fenomena di Balik Aktivitas Gunung Lokon

| | 0 komentar

PIJAR API dan pasir panas gunung berapi menyembur dahsyat. Hujan abu turun bertebaran, menyatu dengan udara, untuk kemudian mengangkasa kembali, menerpa lingkungan sekitar. Gunung Lokon yang berada di dekat Kota Tomohon, Sulawesi Utara berulangkali menghadirkan fenomena alam. Gunung setinggi 1.580 m ini berulangkali meletus. Pertama kali pada tahun 2011 ini, Lokon meletus pada Kamis (14/7), sejak saat itu Lokon terus menerus bergejolak, hingga kemudian meletus kembali pada Minggu (17/7). Beberapa kali sebelum status aktivitasnya ditetapkan dari 'SIAGA' ke 'AWAS' Lokon rajin meletupkan material vulkanik gunung berapi. 

Readmore..
 

Blog Sahabat

Recent Comment

© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com